Kamis, 10 November 2011

sejarah macam-macam manusia purba



A.  BERBAGAI MACAM FOSIL MANUSIA PURBA DI INDONESIA

Mata  Pelajaran      :  Sejarah
Kelas / Semester      :  X / Genap
Tahun Pelajaran     :  2010/ 2011
Standar kompetensi     :  Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia
Kompetensi dasar        :  Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia
Indikator                       :  1.1. Memahami jenis-jenis manusia  purba di Indonesia dan penemunya
                                           1.2. Mengidentifikasi  lokasi  penemuan manusia purba di Indonesia
                                           1.3. Menjelaskan cirri-ciri manusia purba di Indonesia
                                           1.4. Menganalisis arti penting penemuan fosil Pithecanthropus erectus bagi
                                                  dunia ilmu pengetahuan Sejarah dan Biologi
                                           1.5. Menjelaskan pengertian fosil dan artefak  


NO
JENIS MANUSIA PURBA
PENEMU
LOKASI PENEMUAN
CIRI-CIRI





1





HOMO SAPIENS
(MANUSIA CERDAS)





VON REICHOTEN
(1892)



WAJAK
(TULUNG AGUNG JAWA TIMUR) DAN
INDONESIA BAGIAN TIMUR
·    Berasal dari zaman holosen (alluvium)
·    Hidup 20.000 thn. Lalu
·    Volume Otak 1000-1200 cc.
·    Tinggi badan
     130 CM – 210 CM
·    Berat badan
     30 kg-150 Kg
·    Termasuk sub-ras Melayu -Indonesia









2








HOMO  WAJAKENSIS
(MANUSIA DARI WAJAK)








VON REICHOTEN DAN DITELITI OLEH EUGENE DUBOIS (1889)








LEMBAH S. BRANTAS WAJAK
 (TULUNG AGUNG JAWA TIMUR)
·    Berasal dari zaman Plestosen atas
·    Hidup 25.000- 40.000 thn. Lalu
·    Volume Otak 1000-1200 cc.
·    Otak lebih berkembang
·    Otot-otot keci mengalami reduksi
·    Muka tidak begitu menonjol
·    Tinggi badan
     130 CM – 210 CM
·    Berat badan
     30 kg-150 Kg     
·    Termasuk ras Australoid









3








HOMO SOLOENSIS
(MANUSIA DARI SOLO)








VON KOENIGSWALD
(1931-1934)








NGANDONG   S. BENGAWAN SOLO
·    Berasal dari zaman Plestosen atas
·    Hidup 25.000- 40.000 tahun  lalu
·    Volume Otak
     1000-1200 cc.
·    Otak lebih berkembang
·    Otot-otot keci mengalami reduksi
·    Muka tidak begitu menonjol
·    Tinggi badan
     130 CM – 210 CM
·    Berat badan
     30 kg-150 Kg










4




PITHECANTHROPUS ERECTUS
 (MANUSIA KERA BERJALAN TEGAK)
MERUPAKAN MANUSIA PERALIHAN DAN MENGGEMPARKAN DUNIA ILMU PENGETAHUAN SEJARAH DAN BIOLOGI








EUGENE DUBOIS (1890)








TRINIL, NGAWI
( LEMBAH S. BENGAWAN SOLO)
·    Berasal dari zaman Plestosen Tengah
·    Hidup 2 Juta – 200.000 tahun lalu
·    Volume Otak 900 cc
·    Tulang kening menonjo ke muka
·    Tulang dahi lurus ke belakang
·    Tulang kaki dan graham masih besar
·    Tinggi badan
165 Cm -170 Cm.
·    Berat badan 80 Kg-
    100 Kg.









5










MEGANTHROPUS PALEOJAVANICUS
(MANUSIA RAKSASA/ BESAR DARI JAWA)








VON KOENIGSWALD
(1931 DAN 1941)










PUCANGAN, SANGIRAN
·    Berasal dari zaman Plestosen Bawah
·    Hidup 2 Juta – 1 juta tahun lalu
·    Volume Otak 900 cc
·    Tulang kening menonjol ke muka
·    Rahang kuat dan graham besar
·    Tonjolan tulang kening menyolok
·    Tonjolan kepala belakang tajam
·    Tinggi badan
165 Cm -170 Cm.
·    Berat badan 80 Kg-
    100 Kg.










6









PITHECANTHROPUS ROBUSTUS (MANUSIA KERA PERKASA)









VON KOENIGSWALD DAN WEIDENRICH
(1939)









SUNGAI BENGAWAN SOLO , SANGIRAN (JAWA TENGAH)
·    Berasal dari zaman Plestosen Bawah
·    Volume otak 750 cc- 1300 cc
·    Hidup 2 Juta – 200.00 tahun lalu
·    Dagu belum ada dan hidung lebar
·    Tulang kening menonjol ke muka
·    Rahang kuat dan graham besar
·    Tonjolan tulang kening menyolok
·    Tonjolan kepala belakang tajam
·    Tinggi badan
165 Cm -180 Cm.
·    Berat badan 80 Kg-
    100 Kg.






7





PITHECANTHROPUS MOJOKERTENSIS





VON KOENIGSWALD (1936)





MOJOKERTO
·    Berasal dari zaman Plestosen Bawah
·    Fosil tengkorak anak umur 6 tahun
·    Volume otak 650 cc
·    Hidup 2 Juta – 200.00 tahun lalu
·    Berbadan tegap
·    Tulang pipi kuat



·    Muka menonjol ke depan dan otot tengkuk kokoh
·    Tonjolan tulang kening menyolok
·    Tinggi badan
165 Cm -180 Cm.
·    Berat badan 80 Kg-
    100 Kg.




UJI KOMPETENSI

1.  Sebutkan  tiga jenis manusia purba  di Indonesia dan penemunya
2.  Jelaskani  lokasi  penemuan manusia purba di Indonesia
3.  Jelaskan cirri-ciri manusia purba Homo Sapiens dan Pithecanthropus erectus  di Indonesia
4.  Jelaskan  penting penemuan fosil Pithecanthropus erectus bagi  dunia ilmu pengetahuan Sejarah
     dan Biologi
5.  Jelaskan pengertian fosil dan artefak













































B.           KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI,  DAN KEPERCAYAAN

  Indikator  :

1.    Menjelaskan  cirri masa berburu dan meramu timgkat sederhana
2.    Menjelaskan alas an  masa berburu dan mengumpulkan makanan disebut food Gathering
3.    Menjelaskan  tentang  Abris Sous Roche dan Kjokkenmoddinger
4.    Jelaskan fungsi  beliung persegi, kapak lonjong , dan gerabah  pada masa bercocok tanam
5.    Menganalisis   masa bercocok tanam juga disebut dengan food producing
6.    Menjelaskan pengertian  masa perundagian
7.    Mengidentifikasi hasil- hasil peninggalan jaman perundagian
8.    Menganalisis  pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut masyarakat telah mengenal kepercayaan


     Materi :

           Manusia purba pada awalnya hidup sederhana  dan tergantung pada alam. Ketika itu mereka belum menghasilkan budaya apapun, mereka hidup berkelompok dan sering berperang melawan kelompok lain. Seiring dengan perkembangan jaman manusia purba mulai berkreasi menciptakan benda-benda untuk kebutuhan hidupnya, mulai mengumpulkan makanan dan memperhalus perkakas dari batu. Selanjutnya mereka mulai memproduksi makanan sendiri dan mengembangkan budaya dalam tingkat sederhana.

1.    Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana (food gathering)
Ciri-ciri :
a.     Mengenal kehidupan berkelompok 10-15 orang
b.    Hidup masih berpindah-pindah (nomaden)
c.     Hubungan antar kelompok sangat erat ( berburu binatang dan mempertahankan diri dari serangan kelompok lain atau serangan binatang buas)
d.     Jenis manusia purba pendukung  adalah Pithecanthropus
e.     Kebudayaan masa ini disebut tradisi Paleolithikum dan banyak ditemukan di Pacitan (Jawa Timur) shg. Sering disebut budaya pacitan (Pacitan Culture)
f.      Hasil kebudayaan : Kapak genggam, kapak perimbas, kapak penetak, alat-alat serpih,alat-alat tulang dan kayu
g.     Tempat tinggal di goa-goa
h.    Telah mengenal api

2.  Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut

    Ciri-ciri :
a.     Mereka masih berburu, memancing ikan, menangkap kerang dan siput di sungai dan laut
b.    Mengumpulkan makanan dari alam sekitarnya seperti : umbi-umbian, kedelai, buah-buahan, biji-bijian, dan daun-daunan
c.     Kebudayaan  masa ini disebut tradisi Mesolithikum
d.    Mengenal seni lukis  ( melukis pada dinding –dinding gua dengan cara menggoreskan cat-cat berwarna merah , putih, dan hitam  menggambarkan kehidupan social, ekonomis, dan kepercayaan  dan harapan hidup mereka
e.     Mengenal kepercayaan
f.      Tempat tinggal di goa-goa dan rumah panggung ( semi sedenter)
g.     Telah mengenal system bercocok tanam  berladang
h.    Hasil kebudayaan : Abris sous Roche berupa Kjokkenmoddinger (sampah dapur)
                      
3.  Masa bercocok-tanam (Food Producing)
Ciri-ciri :
a.     Manusia telah bertempat tinggal menetap (sedenter)
b.    Kehidupan social telah mengenal gotong-royong
c.     Struktur masyarakat teratur (hidup diperkampungan )
d.    Telah ada pemimpin  (kepala suku)
e.     Telah mengenal  peternakan (memelihara hewan tertentu)
f.      Mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme
g.     Hasil kebudayaan :
               -      Beliung persegi dan kapak persegi ( alat untuk bercocok tanam)
-      Kapak lonjong ( untuk alat upacara religi)
-      Mata panah
-      Gerabah dari tanah liat untuk menyimpan perhiasan dan hasil bercocok
       tanam
-      Perhiasan dari batu (kalung, gelang, cincin, dll
h. Telah mengenal perdagangan  dengan system

4. Masa Perundagian
   Ciri-ciri  :
a.     Hubungan antar daerah (pulau) telah terjalin
b.    Dasar perkembangan kerajaan-kerajaan  Hindu-Buddha
c.     Hidup menetap 
d.    Mata pencaharian bercocok tanam dan tukang
e.     Perdagangan antar daerah atau pulau
f.      Mengenal alat-alat pertanian : cangkul, bajak, pisau, sabit yang terbuat dari besi
g.     Benda-benda peninggalan (kapak corong, candrasa , nekara, bejana perunggu, moko,
Cincin , gelang, arca/ patung perunggu, ujung tombak, belati, mata pancing, ikat pinggang, benda-benda besi : mata tombak, mata panah, mata kapak, pisau , sabit, pedang, gelang besi, dll)
h.    Kepercayaan masa perundagian :
1.    Kepercayaan terhadap roh nenek moyang
2.    Kepercayaan animisme  ( kepercayaan terhadap benda-benda  memiliki roh
      atau jiwa)
3.    Kepercayaan monoisme  (kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa)
 




UJI KOMPETENSI
1.      Jelaskan empat cirri masa berburu dan meramu timgkat sederhana
2.          Jelaskan  Mengapa masa berburu dan mengumpulkan makanan disebut food
Gathering
3.          Jelaskan tentang  Abris Sous Roche dan Kjokkenmoddinger
4.          Jelaskan fungsi  beliung persegi, kapak lonjong , dan gerabah  pada masa
bercocok tanam
5.          Jelaskan alasannya  masa bercocok tanam juga disebut dengan food producing
6.          Jelaskan maksudnya masa perundagian
7.          Sebutkan  empat hasil peninggalan jaman perundagian
8.          Jelaskan buktinya pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat
lanjut masyarakat telah mengenal kepercayaan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar